November 15, 2023

How to Stand Up for Yourself

 

Waktu terus berlalu, umur semakin berkurang, tentunya dunia semakin membuatmu sadar. Kalo ga ada tempat bergantung selain diri sendiri. This why the title is about how to stand up for yourself. Saat kamu merasa lelah, pusing dengan pekerjaanmu, tugas kuliah yang menumpuk gak berhenti, laper karena belum makan seharian... rasanya pengen semua hal tuntas dalam sekejap, kan?? Nyatanya mustahil sekali hal itu terjadi. Dunia fana ini bukan negeri dongeng yang bisa mengabulkan keinginanmu sepersekian detik saja...

Mau gak mau, suka gak suka, kamu-lah yang harus menuntaskan segala urusanmu. Ingin berharap dengan siapa? Teman? Apakah yakin temanmu akan membantu? It is okey jika memang membantu menyelesaikan, namun apakah dia tulus mengerjakannya? Kalo faktanya dia ngerjain sambil sambat tentang dirimu, apa gak nambah dosa buat dirimu?

Lagi-lagi, memang hanya dirimu, yang berhak dan pantas sebagai tempat bergantung, berkeluh kesah, dan mengekspresikan segala hal yang dirasakan. Kalo capek, ya istirahat sejenak. Your body need to recharge the energyPusing? Lakukan aktivitas yang kamu suka, mungkin bisa dengan scroll media sosial atau sekedar mencari suasana baru di luar ruangan. Yang penting kamu punya batasan sendiri supaya ga kebablasan istirahatnya, xixi. Tugas numpuk, pilih mana yang lebih urgent untuk diselesaikan aka mepet deadline. T-tapii kalo laper, ya makan dulu dong... pahami kapasitas otakmu, pasti kalo perut laper otak juga budrek, gak bisa mikir, cacing di perut meronta-ronta perlu diberi asupan.

Selalu ingat, Tuhan gak bakal ngasih ujian di luar batas kemampuan hamba-NyaJ

Tentunya dengan umur yang terus bertambah, ujian, cobaan, pengalaman di hidupmu juga semakin bertambah. Mungkin pas cobaannya datang cuma bisa sambat, ngeluh, gak terima sama jalan hidup yag udah Tuhan gariskan... But at the end of faults, you will be grateful. Many things you learn, many experiences you try, many comprehensions you understand, so much more benefits in it <3

Coba renungkan, sudah berapa banyak cobaan yang pernah kau alami? Apa saja cobaan yang pernah mengiringi hidupmu? Seperti apa perasaanmu kala itu? Gimana kamu mengatasinya? Bisakah kau menyelesaikan cobaanmu, meski dengan tertatih-tatih? Kemudian, apakah kamu masih tetap berdiri hingga detik ini? Tentunya bisa... last but not the least, how the problem changed your life? Mengubah cara pandangmu.. membentuk perilaku baru...

Memang, pengalaman hidup bisa membuatmu belajar lebih dalam lagi. Belajar emang ga perlu di dalam ruangan yang diis papan tulis dan jendela kelas. Jadi sampai saat ini... apa kamu masih ingin menyerah? Padahal semua orang punya masalah hidup loh, tapi mereka bisa bangkit... mengenai dirimu, ingin menjadi “si putus asa” atau “si berjuang” ???

Hope you can keep growing, become stronger. Come back brighter!



November 06, 2023

Quality, not Quantity

Masa remaja emang sedang seru-serunya punya banyak teman. Berlomba-lomba bikin banyak relasi di beragam kegiatan yang diikuti setiap muda-mudi. Seperti dalam teori Psikososial Freud yang bilang kalo tahap laten dilalui oleh anak-anak dengan fokus terhadap hubungan interpersonalnya, aka: teman sebaya. Tapi apakah betul, relasi yang kamu buat benar-benar menjadi support system untuk masa depanmu? Atau hanya kedok kumpul, main bareng, foto rame-rame… padahal di realita kamu ga se-akrab itu sama dia, atau bahkan mereka? Inget, manusia itu dinamis. Mungkin aslinya emang ga suka sama kamu, tapi ya formalitas aja.... masa pas lagi ngumpul, dia nunjukin tampang ga sukanya sama kamu? Masa dia terang-terangan bilang di depan semua orang kalo dia benci kamu? Tentunya topeng manusia banyak dong, hehehe...

To be honest, in my life I found so many friendship drama, especially among woman. Entah mengapa pertemanan dengan perempuan menjadi hal yang menakutkan(?) Ada yang selalu pengen jadi pusat perhatian, selalu pengen dilirik sebagai orang yang up to date dengan gosip-gosip yang sedang hot diperbincangkan, ada yang berkelakuan manja supaya teman lain memberi atensi lebih kepadanya, ada yang merasa paling cantik, bertalenta, paling bisa segalanya. Ada yang hobinya caper sama lelaki, pengennya nempel terus kalo ada cowok (padahal bukan pacarnya). Ada pula yang hobi bergunjing tentang temannya sendiri (dalam satu circle) saat orangnya ga ada. WHAT A TERRIBLE FRIENDSHIP (whoapsz!)

Gak selamanya kan, satu circle pergi bareng terus, kemana-mana anggotanya komplit. Pasti ada aja satu/lebih yang punya urusan lain. Then, if you were at that position, you’ll never know what was happening at the time. Syukur-syukur emang pertemanannya positif dan semua orang emang terbuka didalamnya, jadi gak bakal ada kemunafikan. Tapi, ga sedikit juga loh pertemanan toxic itu nyata di realita kehidupan...

Sadar ga sadar, pasti kamu pernah ngalamin kan??? Mungkin dari banyak experiences yang kamu dapat tentang circle pertemanan, tentunya bikin pola pikirmu belajar banyak hal dan punya setting boundaries lebih kuat dengan lingkungan sosial.

Mungkin kamu pernah punya teman dekat aka bestie yang emang dirasa udah klop, udah klik banget nih hatinya, seleranya, humornya, lifestylenya... tapi tiba-tiba hubungan renggang, ada jarak diantara kau dengannya. Entah ada masalah apa, tentunya setiap orang gak pengen disalahin dan selalu merasa dirinya paling benar.

Remember!

Gak ada yang benar-benar BENAR dan gak ada yang benar-benar SALAH.

Mungkin friendship yang sudah pupus itu bikin kamu menyesal, bikin kamu ga terima, kenapa bisa lebur begitu saja... tapi percayalah, takdir tuhan gak pernah salah. Skenario tuhan gak pernah ketuker. As you grown up without her/his/their appearance, tentunya hal baik tetap mengiringi kehidupanmu. Sadar enggaknya, pasti pernah terbesit, ”wah ternyata gue sama dia udah udah gak sedekat dulu karena Tuhan mau nunjukin ke gue, if i don’t deserve her!”. Apapun alasannya, lama kelamaan udah ga deket sama dia bakal jadi salah satu hal yang kamu syukuri, suatu hari nanti. Mungkin ternyata... dia pernah jelekin kamu ke orang lain, dia iri sama hal-hal yang kamu punya, dia ga bisa nerima kekuranganmu, dia iri dengan prestasimu, bahkan menganggapmu sebagai saingan kala itu.

Pastinya, Tuhan bakal mengganti dengan yang lebih baik, bukan(?) Yang benar-benar deserve each other. Kalo kamu pernah ngalamin friendship yang kandas, semoga saat kamu baca tulisan ini kamu sudah mendapatkan penggantinya ya...yang saling support dan mau diajak berprogres bareng tanpa rasa iri. Semoga gak ada kecewa lagi seterusnya...

Seperti judul tulisan ini: “Quality, not Quantity”. Punya sedikit teman gak masalah kok, yang terpenting esensi dari kelekatan satu sama lain membuahkan benefit yang berkualitas. Jangan pengen punya banyak temen supaya dilihat sebagai orang yang easy going, kalo ternyata didalamnya ada circle dalam circle. Hidup ini terlalu cuma-cuma kalo diisi sama orang munafik, manipulatif, playing victim, dan si kambing hitam.

May you be surrounded by good people, always<3 

November 01, 2023

Page 305/365

if you decide to leave someone

know that it won't be easy

because losing someone isn't instant

it happens every morning 

you wake up thinking of them

and every night you fall asleep 

missing their warmth

                so admit to this

                knowing it's okay to leave someone you love

                and the truth is

                not every experience is meant to last forever 

you're not obligated to keep anyone in your life

so, don't sacrifice your own peace 

for happiness of another 

in fear of hurting them, they will hurt and they will heal

you will find yourself lost in a world without them

but you will heal and in time

you will realize you are living without the one

you thought you couldn't live without.