Desember 27, 2023

The Dawn of 2023 is Upon Us

Waktu terus bergulir, jam terus berdenting setiap detik, hari silih berganti, bulan pun kian bertambah, hingga ternyata bulan Desember akan lenyap setelah 2 hari ke depan. Banyak pertanyaan muncul kepada dirimu tentunya, seperti "Gimana satu tahunnya? // Udah ngelakuin apa aja?// Banyak bahagia atau sedihnya nih?". Pertanyaan muncul sebab satu tahun menjadi perjalanan yang panjang untuk seseorang, entah untuk memperbaiki dirinya dan mewujudkan wishlist, atau bahkan hanya untuk tertawa setiap harinya tanpa punya arah yang jelas. dengan kata lain, seseorang bisa saja tidak ingin mencapai resolusi di hidupnya. 

Kalo ditanya, "Menurutmu, tahun ini berjalan cepat atau seperti ala kadarnya saja?". Aku menjawab dengan sangat lantang bahwa tahun 2023 menjadi tahun yang  cukup berasa. Berasa yang ku maksud ialah tertatih-tatih untuk mengejar pencapaian yang telah ku inginkan, kuliah menjadi struggle yang amat sebab tak seperti semester sebelumnya, banyak hal yang mengubah diriku hingga terciptanya diri seperti yang saat ini, capek buat pura-pura ceria padahal banyak ikut organisasi dan magang, pokoknya rasanya nano-nano. Satu lagi, berusaha jadi deaf frog dari sekian banyak omongan, cacian, dan hinaan, entah dari mulut siapa pernah terlontar.

Namun, di tahun 2023 inilah aku sangat amat mengambil banyak pelajaran dan pengalaman berharga. Pikiranku semakin terbuka, sudut pandang semakin meluas, dan ambisiku semakin menjulang tinggi. mulai dari menata ulang hati yang pernah hancur, ikut Permata TV yang ngasih aku pengalaman dan menambah soft skills, bergabung bersama Gapai Indonesia yang bikin aku punya banyak relasi lintas universitas dengan kepedulian yang sama, yakni kepada anak penyandang disabilitas. Menjadi bagian dari Tim Redaksi IMAGZ 2023 juga sebuah hadiah, sangat senang bisa mengenal dan bekerja sama dengan para mahasiswa psikologi yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang bikin aku semakin, "ternyata orang-orang di luar sana hebat-hebat banget dan punya pengalaman yang udah segudang". 

Aku bahagia pula sebab bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman, bertemu dengan para sepupu dan keluarga besar yang lain. Saat Idul Adha pun demikian, aku bisa merayakannya di rumah, bukan di tanah rantau. Ambisiku belum terpuaskan sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjadi content writer di Catatan Psikologi. dituntut untuk menulis konten untuk postingan instagram, belajar memakai aplikasi baru, yaitu notion, brainstorming ide setiap bulan, hingga berkesempatan menjadi moderator dalam acara Live Kuy. Selain itu, aku juga bisa ikut pelatihan mengenai how to create creative contents. 

                                                                                            ---What an amazing opportunity!

                                     
The journey doesn't stuck there: i continue to explore myself further.... Good things I should celebrate is my LinkedIn account is now up and running. I've come to realize that building personal branding isn't an easy task. However, I've successfully crafted a creative portfolio, making it easier for me to apply for internships and jobs.

2 bulan terakhir, aku juga ikut magang dari Eventjournal.id dan ditugaskan untuk membuat postingan instagram dalam memperingati Hari Toleransi International. Long story short, I'm choosen as one of the 'Top 50 Best Magangers' and got an exclusive prize from the organizer. A few days later, I'm also selected as one of the 'Top 50 Writers' in the National Writing Competition Batch 15 organized by Detak Pustaka.

                                                Forever grateful for November 2023>>>

Semua yang ku ceritakan sebagai bentuk selebrasi diri, setidaknya apa yang menjadi harapanku telah terwujud nyata di tahun ini. Meskipun tahun ini juga banyak tangis menderu, terlebih dalam setiap bulan, atau bahkan setiap minggu, hehe.... Menangis juga bentuk emosi kok, jadi tak mengapa jika diluapkan. yang terpenting jangan jadikan tangismu sebagai cara supaya orang disekitarmu berempati. 

Kamu kuat kok, untuk apa dikasihanin (?)

💭Pesanku untuk semua yang hampir selesai membaca tulisan ini 

Semua orang punya starting point yang berbeda-beda. Jangan jadikan pencapaian orang lain sebagai sumber insecurities dirimu ya! Tak mengapa kok bila selalu menyelebrasi diri di status WhatsApp-mu, bahkan hingga postingan akun Instagram yang kau punya. Yang terpenting kamu tetap semangat untuk berprogres. Terkadang, menjadi deaf frog  itu perlu loh, karena mendengarkan gunjingan dari sekitar hanya membuatmu enggan maju!

Sincerely, writer💖