Mungkin, dari banyaknya kebetulan dalam hidup
Mengenalmu-lah menjadi bagian yang enggan ku temui
Memang, patutnya Tuhan tak menakdirkan kita
Untuk bertemu, bahkan bersatu sekalipun
Meskipun denganmu memberi warna baru
Nyatanya memulihkan luka iu benar peliknya
Meskipun denganmu senyumku merekah tak berujung
Nyatanya hanya kepalsuan yang tersisa di pelupuk mata
Meskipun hadirmu meredakan jemu
Nyatanya sisa bayangmu abadi dalam benak
Tidakkah kau sadar?
Kau penyembuh sekaligus pemberi luka yang handal
Lisan pun tak berujar satu kata maaf
Raga enggan menemu di pijak akhir hati terpaut
Tangan tak sudi menjabat, merelakan kepergian baka
Terima kasih atas segenap luka
Semoga kebetulan tak menginginkan sosok kita kembali
